Keren...Salwa Putri, Siswa MAN Insan Cendekia Pasuruan Juara Kompetisi Karya Seni Internasional

Serba Serbi  
Siswi MAN Insan Cendekia Pasuruan Salwa Putri, melalui karyanya ‘’DARMAYA’, Our Heritage, Our Nature’ menjadi juara kedua pada kompetisi karya seni Internasional Science Without Borders® Challenge 2022. Foto : pendis.kemenag.go.id
Siswi MAN Insan Cendekia Pasuruan Salwa Putri, melalui karyanya ‘’DARMAYA’, Our Heritage, Our Nature’ menjadi juara kedua pada kompetisi karya seni Internasional Science Without Borders® Challenge 2022. Foto : pendis.kemenag.go.id

Kampus— Salwa Putri, siswi MAN Insan Cendekia Pasuruan memenangkan juara kedua pada ajang kompetisi karya seni Internasional Science Without Borders® Challenge 2022. Kompetisi ini digelar oleh Yayasan Khaled bin Sultan Living Oceans yang bebasis di Annapolis, Maryland, Amerika Serikat.

Hasil kompetisi ini diumumkan pada 26 Mei lalu. Karya seni dalam kompetisi ini dinilai dalam dua kategori berdasarkan usia. Salwa yang berusia 16 tahun ini termasuk dalam kategori usia 15-19 tahun.

Lebih dari 500 siswa sekolah dasar dan menengah dari hampir 50 negara mengirimkan karya seni ke Science Without Borders® Challenge 2022. Mereka mengirimkan karya seni indah yang menggambarkan apa yang dapat dilakukan orang untuk membantu terumbu karang di darat dan di laut. Penilaian pemenang di setiap kategori adalah karya seni yang indah serta ilustrasi yang sesuai tentang bagaimana pendekatan konservasi ridge-to-reef (dari bukit hingga karang) ini dapat digunakan untuk melestarikan, melindungi, dan memulihkan terumbu karang.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Salwa Putri dengan karyanya yang berjudul ‘’DARMAYA’, Our Heritage, Our Nature’ berhasil menjadi karya terbaik kedua dari ratusan karya anak dunia yang mengikuti kompetisi ini. Dengan narasi yang tak kalah apik dari karyanya, Salwa Putri menekankan pada keterkaitan antara manusia dan alam.

“Hal-hal kecil yang dilakukan oleh manusia sangatlah berpengaruh terhadap alam. Mulai dari akar mangrove yang kokoh menjadi simbol keseimbangan. Alam telah menjaga manusia, maka kita sebagai manusia harus menjaga alam,” ungkap Salwa seperti dikutip dari pendis.kemenag.go.id.

Salwa dalam karyanya membuat ilustrasi akar mangrove yang mengikat semua komponen alam hingga beberapa jembatan yang menjadi penghubung kelestarian ekosistem. Salwa juga memaparkan bahwa tumbuhan, terumbu karang dan hutan yang dirawat dapat menyelamatkan banyak kehidupan dari darat hingga laut, sesuai dengan tema kompetisi, yaitu ‘ridge-to-reef’. Hal-hal kecil yang kita lakukan memiliki dampak yang besar pada keseimbangan alam.

Salwa akan mendapatkan penghargaan sebesar 350 dolar AS untuk membantu mewujudkan dan mengembangkan potensi artistiknya.


Berita terkait:

Hebat, MTsN 1 Pati Raih 19 Medali di International Youth Science Olympiad (IYSO)

30 Madrasah Aliyah Terbaik di Indonesia , Salah Satunya Sekolah Ranking 1 Nasional

Ini Jadwal Lengkap PPDB DKI Jakarta 2022 Jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK

Pengajuan Akun PPDB Jakarta 2022 Jenjang SMP Dimulai Hari ini, Begini Caranya

Ini Jadwal PPDB DKI 2022 untuk PAUD, SLB, dan PKBM

Ini 50 SMA Terbaik di Jakarta Berdasarkan Nilai UTBK

Daftar 50 SMA dengan Nilai UTBK Tertinggi

Jangan Sampai Terlewat, Begini Alur Proses PPDB DKI Jakarta 2022

Ikuti informasi penting dan menarik dari kampus.republika.co.id.Silakan sampaikan masukan, kritik, dan saran melalui e-mail : kampus.republika@gmail.com

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image