
Pentingnya Pendidikan Mahasiswa Tentang Bahaya Kecanduan Handphone yang Bisa Menurunkan Prestasi Kuliah
Info Terkini | 2025-03-31 01:46:26
Oleh : Dr. Elinda Rizkasari,S.Pd.,M.Pd
Surakarta – Fenomena anak muda Gen Alpha sekarang memperlihatkan bagaimana mahasiswa tak terlepas dari penggunaan Telepon Pintar (Smart Phone). Hal ini didukung dari Penelitian Dari Ria Novianti (2024) yang menyatakan bahwa Generasi Alpha lebih banyak mempergunakan handphone daripada generasi sebelumnya, salah satunya dikarenakan dari semenjak kecil Generasi tersebut sudah terpapar handphone sejak dini.
Dari hasil penelitian tersebut memperlihatkan data sebanyak 60% bahwa pada Generasi Alpha mayoritas mereka menghabiskan waktu dengan handphone dengan scrolling media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter (X) dan lain – lain. Hal ini tentunya berpotensi akan berpengaruh pada aktivitas fisik dan psikis.
Dari segi fisik maka mahasiswa Generasi Alpha waktu akan habis hanya untuk Scrolling handphone, hal ini sejalan dengan fakta dari hasil wawancara dilapangan dari Dosen Prima Trisna Aji dari Universitas Muhammadiyah Semarang menunjukkan hasil penelitiannya tentang Efektivitas Mobile Phone bahwa Mahasiswa mengaku waktu terasa cepat habis ketika melakukan scrolling handphone.
Selain akan banyak membuang – buang waktu, scrolling handphone yang berlebihan bisa menyebabkan prestasi belajar mahasiswa menjadi menurun. Hal ini didukung dari Penelitian Kartika (2020) yang menunjukkan hasil penelitian pada responden yang mengalami kecanduan smartphone sebesar 43,4% dan responden yang mengalami penurunan produktivitas belajar sebesar 39,6%.
Dalam hasil penelitian tersebut menunjukkan data bahwa ada hubungan yang signifikan antara kecanduan smartphone dengan produktifitas belajar dengan nilai odds ratio 11,429 yang berarti mahasiswa yang mengalami kecanduan smartphone akan mengalami produktivitas belajar 11,429 kali lebih rendah dibandingkan siswa yang tidak kecanduan.
Tentunya efek dari hal tersebut, akan membuat mahasiswa tidak focus dalam mengikuti pembelajaran baik dikelas ataupun praktek. Hal ini juga terlihat ketika saya melakukan pengamatan serta menyebarkan kuisioner kepada mahasiswa saya dilapangan ketika menjalani profesi sebagai dosen, didapatkan hasil bahwa Mahasiswa yang sering aktif dengan sering scrolling media sosial melalui handphonenya lebih berpotensi mengalami penurunan prestasi dalam bidang akademiknya.
Evaluasi yang saya lakukan dilapangan menggunakan tekhnik Ujian Pre Test dan Post Test, yaitu Tekhnik ujian yang dilaksanakan sebelum dan sesudah perkuliahan menunjukkan hasil yang signifikan terhadap penurunan prestasi akademik. Tentunya ketika saya melakukan survey, sudah saya pilah – pilah dengan metode kriteria inklusi dan eksklusi dimana mahasiswa yang sering scrolling handphone dengan yang jarang scrolling handphone sudah diekstraksi. Dari penelitian tersebut didapatkan hasil sebanyak 85% yang tidak pernah Scrolling handphone memiliki nilai akdemik nilai diatas 85 daripada yang sering melakukan scrolling handphone.
Mengutip dari data Kompas pada Tahun 2024 yang menunjukkan data sebanyak 59,1% mengalami kecanduan internet dan meningkat tiap tahunnya membuat mahasiswa akan diperbudak oleh handphone. Ibarat buah simalakama bahwa Handphone memiliki dua mata pisau, dimana apabila dipergunakan tidak tepat maka akan bisa menjadi bom waktu bagi pengguna. Begitu juga sebaliknya, apabila digunakan dengan tepat maka akan membawa dampak prestasi bagi mahasiswa itu sendiri.
Ibaratnya penyakit, maka Kecanduan Handphone seperti penyakit Hipertensi atau tekanan darah tinggi yang memiliki julukan “The Sillent Killer”, dimana penyakit ini mendapat julukan “Si pembunuh diam – diam” karena mayoritas penyakit ini tidak merasakan tanda gejala apapun tiba – tiba terjadi stroke dan kematian mendadak. Tentunya masalah kronis ini adalah PR bagi kita semua termasuk dosen pengajar yang selalu membersamai mahasiswa selama dibangku Kuliah.
Menurut saya ada hal – hal penting yang dilakukan mahasiswa supaya prestasi mahasiswa tidak turun serta bisa mengontrol handphone dengan bijak. Salah satu tipsnya antara lain dengan melakukan terapi Hipnoterapi, Terapi hipnoterapi merupakan salah satu terapi komplementer yang dapat membantu mengatasi masalah perilaku kecanduan handphone. Hipnoterapi juga dapat dilakukan pada anak-anak, tetapi tekniknya berbeda dengan orang dewasa.
Selanjutnya tips yang lain bisa melakukan pembatasan penggunaan HandPhone dengan system alarm conection, dimana penggunaan handphone dibatasi dengan waktu. Menurut Penelitian Prima (2022) batas waktu yang aman dalam penggunaan Gadget adalah selama 1 – 2 jam sehari. Mahasiswa bisa menghitung secara manual penggunaan Handphone dan diakumulasi selama sehari tidak lebih dari 1 – 2 jam.
Tips selanjutnya adalah banyak menghabiskan waktu untuk hal yang positif, seperti kuliah dikampus, belajar, beraktivitas diluar, beribadah, organisasi sosial dan lain – lain. Tentunya teman dekat akan mempengaruhi kita dalam berubah, tentunya kita mencari teman yang baik supaya Upaya kita bebas dari kecanduan Handphone bisa teratasi.
Penulis :
Dr. Elinda Rizkasari.,S.Pd.,M.Pd
Dosen prodi PGSD Unisri Surakarta
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
Komentar
Gunakan Google Gunakan Facebook