Sri Mulyani Buka Secara Resmi Pendaftaran LPDP, Tenaga Kesehatan Mendapat Alokasi Besar

Beasiswa  
Pendaftaran beasiswa LPDP 2022 dibuka secara resmi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melalui webinar di Jakarta, Jumat (25/02/22). Foto : kampus.republika.co.id
Pendaftaran beasiswa LPDP 2022 dibuka secara resmi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melalui webinar di Jakarta, Jumat (25/02/22). Foto : kampus.republika.co.id

Kampus.republika.co.id--Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membuka secara resmi pendaftaran beasiswa Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) 2022. Tahun ini LPDP memberikan peluang lebih besar kepada tenaga kesehatan.

“Sekarang giliran kalian semua mendaftar dan berkompetisi secara terbuka. Kalau lolos, Anda menjadi salah satu orang yang mendapat privilege dari negara,” kata Sri Mulyani saat membuka pendaftaran beasiswa LPDP melalui webinar di Jakarta, Jumat (25/02/22).

Mekanisme rekrutmen calon penerima beasiswa LPDP menurut Sri, mencerminkan kebutuhan pembangunan Indonesia. Karena kebutuhan pembangunan terus bergerak, maka program akan menyesuaikan dengan kebutuhan.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

“Tahun ini di bidang kesehatan sangat menonjol. Kementerian Kesehatan sudah minta alokasi LPDP yang signifikan bagi pengembangan dokter-dokter terutama dokter spesialis untuk mendorong tranformasi dan reformasi kesehatan.” ungkapnya. Selama pandemi, tambah Sri, LPDP memberi alokasi di bidang riset virus dan untuk mendapatkan vaksin.

Pihaknya papar Sri juga melakukan kolaborasi program. Misalnya pada tahun 2022 tidak hanya dengan Kemendikbudristek tapi juga dengan Kementerian Agama, dan BRIN.

“Dengan begitu program-program yang dibutuhkan untuk SDM Indonesia untuk kebutuhan ke depan bisa didukung,” jelasnya.

Sri mengungkapkan, anggaran dana abadi pendidikan yang sudah dikelola oleh LPDP sejak tahun 2010 mencapai Rp 81,1 triliun. Selain dana abadi pendidikan, pihaknya juga membentuk dana penelitian sebesar Rp 8 triliun, pendidikan perguruan tinggi Rp 7 triliun, dan dana abadi kebudayaan Rp 3 triliun.

Saat ini total dana abadi di bidang pendidikan, termasuk penelitian, perguruan tinggi, dan kebudayaan mencapai Rp 99,1 T. Dana itu, ungkap Sri,masih akan berkembang, karena tahun 2022 akan ada tambahan melalui mekanisme APBN.

“Berbagai bentuk dana abadi adalah komitmen bahwa kualitas sumber daya manusia Indonesia ditentukan tidak hanya oleh sisi pendidikan formal, tidak hanya pendidikan di kelas, tapi penelitian penting, interaksi soal sangat penting, bahkan dari sisi kebudayaan,” papar Sri.

Sri juga mengungkapkan, jumlah penerima LPDP saat ini mencapai 29,872 orang. Jumlah tersebut hanya 0,01 persen dari penduduk Indonesia yang berpendidikan S1 dan S2. Dari jumlah itu 61,93 persen bekerja di sektor publik, akademi, peneliti, PNS, dan TNI/Polri. Sebanyak 38,8 persen bekerja di sektor privat, dan 2,3 persen bekerja di sektor sosial.

Pendaftar beasiswa LPDP ujar Sri, melamar untuk mendapatkan fasilitas negara. Karena beasiswa itu berasal dari uang rakyat, maka rakyat akan meminta kembali dalam bentuk bakti para penerima.

“Jangan berpikir untuk kepentingan Anda sendiri. Selalu ingat bangsa Indonesia sudah berinvestasi. Kami berharap penerima beasiswa dapat menjadi role model bukan hanya saat ini, tetapi juga ke depan terus-menerus,” harapnya. (maya)

Berita terkait :

Pendaftaran Beasiswa LPDP Segera Dibuka, Ini Jadwal Lengkapnya

Persiapan Masuk Sekolah Kedinasan tak Ada Biaya ? Tenang, Ada Beasiswa Baznas

Mau Berburu Beasiswa Tahun 2022 ? Ini Linknya

Ikuti informasi penting dari kampus.republika.co.id. Anda juga dapat berpartisipasi mengisi konten, kirimkan tulisan, foto, info grafis, dan video melalui e-mail : kampus.republika@gmail.com

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image