Kongres Kebudayaan 2022 Dilaunching di Padang

News  
Kongres Kebudayaan 2022 dilaunching di Hotel Santika, Padang, Sumatera Barat, Selasa (09/08/22). Foto : dok
Kongres Kebudayaan 2022 dilaunching di Hotel Santika, Padang, Sumatera Barat, Selasa (09/08/22). Foto : dok

Kampus—Kegiatan Kongres Kebudayaan 2022 dilaunching di Hotel Santika, Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (09/08/22). Kongres Kebudayaan 2022 diselenggarakan oleh Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau (YPKM) bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Kongres Kebudayaan 2022 mengusung beberapa kegiatan. Di antaranya, survey kebudayaan, dialog kebangsaan, seminar nasioal, dan expo. Puncak dari kegiatan ini adalah Kongres Kebudayaan yang akan diselenggarakan pada bulan Desember 2022 nanti.

Ketua Dewan Pembina YPKM, Irman Gusman mengatakan bahwa kongres ini berawal dari keprihatinan terhadap perkembangan teknologi yang berjalan seiring dengan nilai-nilai kebudayaan. Selama ini menurutnya pembangunan selalu dikaitkan dengan pembangunan fisik, seperti adanya gedung-gedung besar, mobil, ataupun kecanggihan teknologi lainnya.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

“ Namun, kita lupa bahwa kita pun memerlukan sesuatu untuk mengisi jiwa dan batin kita, salah satunya dengan nilai-nilai luhur kebudayaan yang kita punya”, ujarnya.

Irman mengajak semua komunitas berperan serta agar acara Kongres Kebudayaan ini menjadi sebuah gerakan dalam rangka menyelamatkan kebudayaan itu sendiri.

"Kebudayaan itu bukan sebatas soal kesenian, tari menari, lukis melukis, dan lainnya. Kebudayaan itu memiliki spektrum yang luas, termasuk juga entrepreneurship," katanya.

Presiden Kongres Kebudayaan 2022 Prof Musliar Kasim mengatakan bahwa kongres ini dilaksanakan sebagai upaya mengapungkan gagasan besar dan memperkuat proses perkembangan bangsa dan negara Indonesia ditengah perubahan dunia. Ketua Steering Committee kongres Prof Nursyirwan Effendi menambahkan, kekuatan budaya membawa beberapa isu penting mulai dari ideologi hingga metaverse.

“Seperti kita ketahui, generasi muda masa kini, jauh lebih banyak tertarik pada perkembangan teknologi dibandingkan kebudayaan yang ada dan jika hal ini terus berlanjut, kebudayaan Indonesia perlahan akan kehilangan jati dirinya dan seterusnya akan hilang begitu saja ditelan zaman,” jelasnya.

Acara launching Kongres Kebudayaan 2022 dihadiri institusi pemerintahan, para pegiat dan pelaku kebudayaan.

Baca juga :

Mau Jadi Naradamping G20 : Culture Ministers' Meeting ? Ini Kesempatannya

Info Hari Ini : Apa Perbedaan PNS dan PPPK ?

Apa Itu BPIP ? Apa Tugasnya ?

Tips Agar Baterai HP Awet Saat Tethering Seharian

Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Kunjungi Museum Virtual Seperti Nyata, Ini Linknya

Ikuti informasi penting dan menarik dari kampus.republika.co.id.Silakan sampaikan masukan, kritik, dan saran melalui e-mail : kampus.republika@gmail.com

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image