Mengapa Gempa Terjadi, Apa Jenis-jenis Gempa ?

Serba Serbi  
Gempa Cianjur, Jawa Barat dalam skala kecil masih sering terjadi, menyusul gempa besar Selasa (22/11/22). Ilustrasi. Foto : republika
Gempa Cianjur, Jawa Barat dalam skala kecil masih sering terjadi, menyusul gempa besar Selasa (22/11/22). Ilustrasi. Foto : republika

Kampus—Gempa Cianjur, Jawa Barat yang terjadi Selasa (23/11/22) masih dirasakan oleh warga beberapa hari setelah kejadian. Gempa susulan dalam skala lebih kecil banyak terjadi di Cianjur. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat tak kurang dari 162 gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil dibandingkan dengan gempa pada Selasa. Mengapa gempa terjadi ? Apa saja jenis-jenis gempa yang terjadi di bumi ?

Gempa bumi merupakan sebuah guncangan hebat yang menjalar ke permukaan bumi yang disebabkan oleh gangguan di dalam litosfir (kulit bumi). Badrul Mustafa dari jurusan Teknik Sipil, Universitas Andalas dalam tulisannnya berjudul Analisis Gempa Nias Dan Gempa Sumatera Barat dan Kesamaannya Yang tidak Menimbulkan Tsunami di Jurnal Ilmu Fisika (Jif), Vol 2 No 1, Maret 2010 menyebutkan, gangguan ini terjadi karena di dalam lapisan kulit bumi dengan ketebalan 100 km terjadi akumulasi energi akibat dari pergeseran kulit bumi itu sendiri. Lapisan kulit bumi mempunyai temperatur relatif jauh lebih rendah dibandingkan lapisan di bawahnya (mantel dan inti bumi) sehingga terjadi aliran konvektif, yaitu massa dengan suhu tinggi mengalir ke daerah bersuhu lebih rendah.

Massa bersuhu tinggi ini berada di lapisan astenosfir yang bersifat sangat kental yang mengalir secara perlahan. Akibat gerakan-gerakan ini, maka kulit bumi terpecah-pecah menjadi bagian-bagian berupa lempengan yang saling bergerak satu sama lain, yang kemudian disebut dengan lempeng tektonik. Umumnya gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai suatu keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Pada saat itulah gempa bumi akan terjadi, yang energinya menjalar ke berbagai arah. Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan tektonik tersebut. Tapi gempa bumi yang paling kuat biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi yang pusatnya dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit ke dalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.

Jenis-jenis Gempa Berdasarkan Penyebabnya

Gempa Tektonik

Gempa Tektonik adalah gempa yang disebabkan oleh pergseran lempeng tektonik. Lempeng tektonik bumi kita ini terus bergerak, ada yang saling mendekat saling menjauh, atau saling menggeser secara horizontal. Karena tepian lempeng yang tidak rata, jika terjadi gesekan, maka timbullah friksi. Friksi ini kemudian mengakumulasi energi yang kemudian dapat melepaskan energi goncangan menjadi sebuah gempa.

Gempa Vulkanik

Gempa Vulkanik adalah gempa yang disebabkan oleh kegiatan gunung api. Magma yang berada pada kantong di bawah gunung mendapat tekanan dan melepaskan energinya secara tiba-tiba sehingga menimbulkan getaran tanah. Gempa vulkanik dapat menjadi gejala/petunjuk akan terjadinya letusan gunung berapi. Namun gempa vulkanik ini biasanya tidak merusak karena kekuatannya cukup kecil, sehingga hanya dirasakan oleh orang-orang yang berada dalam radius yang kecil saja dari sebuah gunung api.

Gempa Runtuhan

Gempa Reruntuhan adalah gempa lokal yang terjadi apabila suatu gua di daerah topografi karst atau di daerah pertambangan runtuh atau massa batuan yang cukup besar di sebuah lereng bukit runtuh/longsor. Kekuatan gempa akibat runtuhan massa batuan ini juga kecil sehingga tidak berbahaya.

Gempa Buatan

Gempa Buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Misalnya dalam kegiatan eksplorasi bahan tambang atau untuk keperluan teknik sipil dalam rangka mencari batuan dasar (bedrock) sebagai dasar pondasi bangunan. Kekuatannya juga kecil sehingga tidak menimbulkan bahaya bagi manusia dan bangunan.

Baca juga :

Ini yang Harus Dilakukan Sebelum, Saat, dan Sesudah Gempa Bumi Menurut BMKG

Gempa Cianjur Adalah Gempa Tektonik, Apa Itu Gempa Bumi Tektonik ?.

Ini Tips Menyelamatkan Diri Saat Terjadi Gempa dari Dosen UM Surabaya

Benarkah Gempa Cianjur Dipicu Sesar Cimandiri ? Ini Pendapat Dosen Unpad

Nagari Malampah Luluh Lantak Akibat Gempa Pasaman, Tim Unand Turun

Unand Padang Kirim Tim Tanggap Darurat ke Lokasi Gempa Pasaman Barat, Sumatera Barat

Rektor Unand Tinjau Langsung Lokasi Gempa di Pasaman Barat

Hindari Dampak Angin Kencang, Ini Layanan Infomasi Cuaca 24 Jam dari BMKG

Ikuti informasi penting dan menarik dari kampus.republika.co.id.Silakan sampaikan masukan, kritik, dan saran melalui e-mail : kampus.republika@gmail.com

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image