Mahasiswa FK UB Ciptakan Vaksin Covid-19 Melalui Hidung, Penerima Vaksin Bisa Lebih Nyaman

Info Kampus  
Lima mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dengan penghantaran melalui hidung agar masyarakat mampu menerima vaksinasi dengan nyaman. Foto : ub
Lima mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dengan penghantaran melalui hidung agar masyarakat mampu menerima vaksinasi dengan nyaman. Foto : ub

Kampus—Salah satu langkah yang dilakukan untuk mengatasi pandemi Covid-19 adalah melalui vaksinasi. Vaksinasi yang dilakukan saat ini dilakukan melalui injeksi intramuskular atau penyuntikan ke otot lengan.

Namun, yang menjadi permasalahan, vaksin injeksi tidak mampu merangsang imunitas mukosal yang menjadi pertahanan pertama tubuh dalam melawan virus Covid-19, sehingga kemungkinan seseorang untuk terinfeksi Covid-19 setelah mendapatkan vaksinasi masih cukup besar. Selain itu, banyaknya masyarakat yang takut untuk disuntik juga menjadi penghalang dalam upaya vaksinasi massal yang saat ini dilakukan.

Dirilis laman resmi Universitas Brawijaya, lima mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya melakukan riset dalam Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta dengan judul “Formulasi Vaksin Intranasal Covid-19 dengan Karier Bakteri Lactococcus lactis Rekombinan sebagai Sediaan Liquid Aerosol”. Lima mahasiswa itu terdiri atas Juan Freddy (FK 2021), Christopher Kuncoro Johan (FK 2021), Samuel Aryo Wicaksono (FK 2021), Daffa Rizky (FK 2021), dan Shafira Gita Eka Pritayanti (FK 2019) di bawah bimbingan Dr apt Valentina Yurina.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Vaksin intranasal yang diajukan ini menggunakan vektor bakteri Lactococcus lactis yang sudah disisipi protein spike virus Corona, dan selanjutnya diformulasikan bersama beberapa bahan lain. Vaksin tersebut diharapkan mampu merangsang sistem imun mukosal sehingga mampu mencegah penularan Covid-19. Selain itu, diharapkan juga jika masyarakat perlu menerima vaksinasi lebih dari tiga kali, masyarakat mampu menerima vaksinasi tersebut dengan nyaman.

Dari riset yang dilakukan, diketahui bahwa bakteri Lactococcus lactis rekombinan dapat mempertahankan masa hidupnya serta protein pembawa sifat virus Corona yang ada di dalamnya dapat bertahan setelah 14 hari penyimpanan sehingga formula vaksin dapat melindungi bakteri Lactococcus lactis.

Baca juga :

Mahasiswa IPB Ciptakan Kompos Celup, Inovasi Pengolahan Limbah Kotoran Sapi

Mahasiswa IPB Ciptakan Caksara, Media Pembelajaran Interaktif untuk Belajar Membaca

Satu Keluarga Lulus Doktor dari FH Unair, Raih Tiga Rekor MURI

Mahasiswa Unair Ciptakan Gelatah, Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Merasa Insecure ? Begini Tips Menghadapinya dari Dosen Psikologi UGM

Ini Manfaat Penting Susu Menurut Pakar IPB

Tips Agar Baterai HP Awet Saat Tethering Seharian

Ikuti informasi penting dan menarik dari kampus.republika.co.id.Silakan sampaikan masukan, kritik, dan saran melalui e-mail : kampus.republika@gmail.com

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

[email protected] (Marketing)

× Image