Ratusan Mahasiswa IPB Diduga Tertipu Pinjol, Rektor Turun Tangan

News  
Sebanyak 116 mahasiswa IPB  dari total sekitar 300 orang dari sejumlah perguruan tinggi lain diduga menjadi korban pnjaman online (pinjol). Foto : republika
Sebanyak 116 mahasiswa IPB dari total sekitar 300 orang dari sejumlah perguruan tinggi lain diduga menjadi korban pnjaman online (pinjol). Foto : republika

Kampus—Rektor IPB University, Prof Arif Satria turun tangan menyelasaikan kasus dugaan penipuan pinjaman online (pinjol) yang menimpa ratusan mahasiswa IPB. Pihak IPB melakukan pendekatan dengan berbagai pihak untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Rektor mengundang para mahasiswa yang menjadi korban kasus tersebut guna menggali informasi yang sebenarnya terjadi pada Selasa (15/11/22). Turut hadir dalam pertemua itu para dekan dan pejabat IPB University lainnya.

Hasil pertemuan tersebut, didapatkan informasi bahwa mahasiswa IPB yang terlibat merupakan korban penipuan transaksi pinjol. Hingga saat ini, sebanyak 116 mahasiswa IPB yang jadi korban dari total sekitar 300 orang dari sejumlah perguruan tinggi. Arif menegaskan, pada kasus ini, tidak ada transaksi yang sifatnya individual yang dilakukan mahasiswa IPB University.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

“Artinya, ini bukan kasus berupa mahasiswa IPB University yang membeli barang, kemudian tidak bisa bayar. Namun ini kasus yang diduga ada unsur penipuan dengan modus baru yang dilakukan oleh satu oknum yang sama, yang sudah kita identifikasi dan dilaporkan ke polisi,” kata Arif dilansir laman IPB.

 

Dia menjelaskan,terjeratnya para mahasiswa diduga berawal dari tawaran keuntungan 10 persen oleh terduga pelaku dengan melakukan suatu ‘projek’ bersama. Mahasiswa IPB diminta untuk mengajukan pinjaman online ke suatu aplikasi penyedia pinjaman. Lalu pelaku diduga meminta dana tersebut digunakan untuk melakukan transaksi di toko online milik pelaku. Dari setiap nominal transaksi itu, mahasiswa dijanjikan mendapatkan komisi 10 persen dan cicilan dibayarkan oleh pelaku. Namun, hingga saat ini, pelaku tidak pernah memenuhinya.

“Secara institusi, IPB University kini terus melakukan langkah koordinasi dengan berbagai pihak. Kami telah berkoordinasi dengan kepolisian. Para mahasiswa IPB University juga melakukan laporan kepada pihak kepolisian. Tentu dukungan kepolisian akan sangat penting untuk menyelesaikan kasus ini,” ungkap Arif.

Selain itu, lanjutnya, koordinasi juga dilakukan dengan beberapa aplikasi penyedia pinjaman online yang digunakan pada kasus ini. Arif juga sudqh berkoordinasi dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna penyelesaian kasus ini agar segera rampung.

Arif juga menekankan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran bagi warga IPB. Karena itu, tindakan preventif dengan melakukan peningkatan literasi keuangan dan fintech kepada mahasiswa perlu dilakukan. Hal itu, kata dia, sebagai upaya agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Baca juga :

Rektor IPB Prof Arif Satria Terpilih sebagai The Most Popular Leader in Social Media 2022

Dua Profesor IPB Masuk Top 100 Ilmuwan Terbaik Asia Bidang Marketing

Begini Cara Memilih dan Menangani Telur yang Baik dan Sehat Menurut Pakar IPB

Ini Manfaat Penting Susu Menurut Pakar IPB

Ingin Menurunkan Berat Badan ? Ikuti Lima Langkah Diet yang Aman dan Sehat dari Ahli Gizi UGM

Tahun 2023 Resesi Ekonomi ? Ini Tips Mengelola Keuangan Pribadi untuk Menghadapinya dari Pakar UGM

Overthinking, Apa itu ? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya dari Dosen IPB University

Merasa Insecure ? Begini Tips Menghadapinya dari Dosen Psikologi UGM

Ikuti informasi penting dan menarik dari kampus.republika.co.id.Silakan sampaikan masukan, kritik, dan saran melalui e-mail : kampus.republika@gmail.com

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

[email protected] (Marketing)

× Image